Sewa Apartemen Perlu Beberapa Pertimbangan Seperti Berikut Ini

Estacurada – Tinggal di sebuah apartemen sudah menjadi gaya hidup perkotaan di zaman sekarang ini. Mengapa banyak orang yang lebih memilih apartemen sebagai tempat tinggal? Karena apartemen menawarkan beberapa fasilitas yang memanjakan penghuninya. Di samping itu bangunan vertical yang dimiliki apartemen ini lebih praktis untuk area perkotaan.

Kadang pengembang membangun apartemen dilengkapi dengan pusat berbelanja, minimarket, taman, tepat olahraga, café, dan sebagainya. Hal tersebut dapat memberi kemudahan bagi penghuni untuk tidak perlu bermacet-macetan di jalan raja dan menunggu lama. Anda bisa melakukan berbagai kegiatan di dalam gedung apartemen itu.

Tingkat keamanan tinggal di apartemen juga lebih baik karena dilengkapi CCTV serta satpam yang stand by 24 jam. Anda hanya perlu membayar sejumlah uang untuk tiap bulannya, dan Anda dapat menikmati fasilitas yang ditawarkan oleh apartemen tersebut, termasuk urusan pemeliharaan ruangan, Anda sudah tidak direpotkan lagi dengan urusan pemeliharaan karena itu menjadi tanggung jawab pengelola apartemen.

Di samping banyaknya keunggulan apartemen, apartemen juga memiliki sisi negative yang perlu Anda ketahui, seperti biaya pemeliharaan atau service charge setiap bulan yang harus dibayar. Biayanya pun bervariasi tergantung kebijakan pengelola apartemen terkait.

Biaya tersebut digunakan untuk membayar perawatan fasilitas umum di apartemen, petugas sekuriti. Nah, bila Anda tinggal di rumah biasa tentu tidak ada kewajiban membayar biaya perawatan bukan? Namun perawatan memang harus Anda tanggung sendiri, berbeda dengan apartemen.

Sosialisasi antar penghuni apartemen sangat minim, hal ini disebabkan oleh tingginya kesibukan penghuni dalam hal pekerjaan ataupun yang lain. Berbeda dengan tinggal di perkampungan biasa, tingkat sosialisasinya sangat tinggi.

Nilai apartemen akan turun seiring berjalannya waktu karena usia gedung semakin tua. Lagi pula sosialisasi dengan antar penghuni apartemen sangat minim.

Walaupun banyak minusnya, namun tinggal di apartemen tetap menjadi pilihan yang menarik bagi beberapa orang. Nah, bagi Anda yang memiliki rencana sewa apartemen, harus mempertimbangkan beberapa factor sebagai berikut :

1. Sesuaikan dengan budget

Penawaran sewa dan harga apartemen kelapa gading maupun di tempat lain memang banyak, tapi dari sekian penawaran itu pilihlah yang sesuai dengan budget yang Anda miliki. Bukan hanya dihitung dari biaya sewa bukanannya, namun harus dihitung pula biaya-biaya yang menyertainya, seperti biaya pemeliharaan dan kebersihan. Hitung dengan seksama berapa banyak uang yang akan Anda habiskan setiap bulannya saat tinggal di apartemen.

Biaya-biaya yang dikeluarkan saat pindah ke apartemen juga harus Anda hitung, seperti biaya tAnda jadi, uang jaminan, biaya perabot (bila perabot apartemen tidak lengkap). Karena banyaknya biaya yang dikeluarkan tersebut, sebaiknya Anda membuat perencanaan anggaran terlebih dahulu sebelum sewa apartemen.

2. Susun skala prioritas

Dalam memilih apartemen perlu beberapa pertimbangan, yaitu mobilitas keseharian. Misalnya apartemen harus dekat dengan kantor Anda, transportasi umum, pusat kesehatan, sekolah sang anak, dan lain sebagainya. Jangan hanya sekedar memilih bangunannya yang bagus dan baru, pemandangan yang indah, atau fasilitas yang lengkap.

Penting untuk membuat skala prioritas apa yang hendak dituju saat Anda memutuskan untuk tinggal di apartemen. Jangan sampai mengeluarkan biaya yang cukup besar hanya untuk menjaga gengsi, namun rutinitas kesehariannya sulit dijangkau.

3. Cek unit dengan seksama

Jangan mudah percaya dengan tawaran-tawaran marketing apartemen. Alangkah baiknya untuk mendatangi unit yang hendak Anda sewa, bukan hanya melihat dari contoh gambar. Lihat kondisi apartemen secara langsung agar tidak tertipu.

Jangan mudah tergiur oleh harga yang  murah, harus dicek dulu. Siapa tahu harganya murah tapi fasilitasnya tidak memadai dan banyak yang harus di renovasi dengan biaya sendiri. Sama saja Anda mengeluarkan biaya lebih.

Yang harus Anda periksa ialah kondisi bangunannya, apakah sudah tua atau rapuh, atau masih kuat, saluran air dan toilet apakah masih bisa digunakan dengan baik, listrik, lampu, AC, dan fasilitas lainnya juga harus dicek. Fasilitas pendukung lainnya seperti alat pemadam dan tangga darurat juga harus dipertimbangkan.

Bila perlu, dokumentasikan fasilitas-fasilitas tersebut. Foto hasil dokumentasi itu bisa menjadi bahan untuk negosiasi dengan pemilik atau pengelola. Apabila banyak kerusakan yang ditemukan sebelum Anda menempati apartemen tersebut, maka hal itu menjadi tanggung jawab pengelola. Pastikan pula sinyal ponsel Anda dapat diterima dengan baik di dalam apartemen yang akan Anda sewa.

4. Buat perjanjian sewa

Untuk menyewa apartemen, Anda harus membuat surat perjanjian sewa menyewa. Surat perjanjian tersebut harus mencakup hal-hal yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pihak penyewa dan pengelola apartemen.

Nah, rincian isi surat perjanjian itu sebagai berikut :

  • jumlah uang sewa,
  • masa jangka waktu sewa,
  • fasilitas apa saja yang menjadi hak penghuni,
  • biaya-biaya yang wajib dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu,
  • pihak mana yang bertanggung jawab terhadap kerusakan,
  • dan lain sebagainya.

Surat perjanjian sewa tersebut dibuat rangkap dua, yaitu untuk pihak penyewa dan pengelola apartemen dengan dibubuhi materai dan tanda tangan dari kedua pihak. Surat perjanjian itu menjadi bukti legal penghuni apartemen.

Tips dan Trik Pintar Sebelum Memutuskan Membeli Rumah Bekas

Estacurada – Sebagai kebutuhan pokok, setiap orang membutuhkan tempat tinggal. Sayangnya, pasokan rumah saat ini jauh di bawah permintaan. Alhasil, harga rumah pun melambung. Oleh sebab itu, banyak orang saat ini membeli rumah bekas sebagai alternatif memenuhi kebutuhan hunian, karena selain harganya yang lebih murah dibanding dengan rumah baru, keuntungan lain membeli rumah bekas adalah bisa langsung ditinggali. Bagi Anda yang saat ini ingin membeli rumah bekas, berikut ini adalah tips membeli rumah bekas seperti dikutip dari Lamudi :

Tanpa perantara

Membeli rumah bekas langsung pada pemiliknya lebih disarankan. Karena Anda bisa menanyakan langsung tentang berbagai hal berkaitan dengan rumah, seperti awal dibangun, lingkungan di sekitarnya, alasan mau dijual dan lain sebagainya.

Keuntungan lain Anda bebas melakukan negosiasi, sehingga harga rumah bekas bisa Anda dapatkan lebih murah. Anda bisa lebih optimal dalam melakukan tawar-menawar. Penjual pun tidak akan tahan harga, karena dia tidak perlu membayar komisi perantara.

Pilih broker yang tepat

Bila Anda sudah terlanjur jatuh cinta pada sebuah rumah dan harus membelinya melalui broker atau perantara, maka pastikan broker tersebut bisa dipercaya. Anda bisa bertanya kepada relasi tentang broker yang terpercaya. Bisa juga memakai jasa perantara properti yang sudah terkenal dan mempunyai kredibilitas tinggi.

Mereka biasanya akan memberikan pelayanan untuk menguruskan dokumen jual beli. Terkadang juga membantu dalam pengurusan KPR bila Anda mau melakukan transaksi secara kredit.

Ketahui usia bangunan

Usia bangunan rumah akan mempengaruhi harga rumah bekas yang akan Anda beli. Bila kurang dari 10 tahun terbilang baru, usia 10 hingga 20 tahun tergolong sedang dan usia bangunan lebih dari 20 tahun termasuk bangunan tua.

Bila rumah tersebut pernah direnovasi, Anda bisa tanyakan kapan terakhir rumah itu direnovasi. Berbagai hal lain yang harus Anda ketahui adalah kualitas bahan, tipe struktur dan kualitas pengerjaannya.

Rumah yang semakin tua tentunya kualitasnya akan semakin turun, bila Anda berminta maka Anda juga harus menyiapkan dana tambahan guna renovasi.

Perhatikan Lingkungan

Lingkungan sangat penting diperhatikan, sehingga Anda merasa nyaman dan aman ketika tinggal di rumah tersebut. Akses jalan juga bisa dipertimbangkan, bila Anda membutuhkan jalan yang luas karena mempunyai mobil tentu luas jalan bisa menjadi pertimbangan.
Legalitas

Periksa kelengkapan legalitas

Anda harus mencermati sertifikat rumah atau SHM, sertifikat IMB, bukti pembayaran pajak PBB dan lain sebagainya. Pastikan nama yang tertera sama dengan nama yang akan menjual rumah tersebut. Bila tidak harus segera minta balik nama atau surat jual beli dengan pemilik sebelumnya. Tahapan ini sangat penting, karena menyangkut hukum kepemilikan. Jangan sampai muncul perselisihan di kemudian hari.

Cek harga pasaran

Untuk pertimbangan Anda sebelum membeli rumah bekas, Anda bisa mengecek berapa harga pasaran di suatu daerah. Sehingga Anda punya patokan dalam tawar-menawar.