Pengelolaan Hutan APRIL Paper Menyerap Banyak Tenaga Kerja

Estacurada – PT Riau Andalan Pulp and Paper ini atau yang lebih dikenal dengan PT RAPP adalah anak perusahaan dari APRIL Grup, yang mana merupakan perusahaan yang memimpin pulp dan paper di Indonesia. PT RAPP sendiri merupakan suatu perusahaan terbesar di Asia Pasifik yang mana produknya terkenal dan diakui hampir di seluruh dunia. Karena sebagai salah satu perusahaan terbesar di bidang industri pulp dan kertas yang berlokasi tepat di Riau ini, berkontribusi terhadap perekonomian daerah pastinya tak bisa dianggap remeh. Salah satunya adalah untuk pengangguran, yaitu: pada pengelolaan perkebunan dibutuhkan banyak tenaga kerja.

PT RAPP bekerja sama dengan 40 mitra pemasok jangka panjang dengan membuahkan suplai bahan baku yang diperlukan untuk membuat pulp dan kertas dan dari sana dapat diketahui bahwa PT RAPP mampu memenuhi 79 persen kebutuhan fibernya dan sisa keperluannya didapatkan dari para mitra pemasok jangka pendek. Dari fiber perkebunan mereka sendiri sangat berdampak positif bagi kelestarian hutan yang kian terjaga. Selain itu, dalam mengelola perkebunan terdapat banyak kegiatan yang dijalankan. Hal itu, dapat bermanfaat bagi mereka pencari kerja karena APRIL Grup mampu menyerap banyak tenaga kerja dari pengelolaan perkebunannya yang mandiri. Dalam pengelolaan dilakukan pembibitan, penanaman, perawatan, pemanenan, hingga pengangkutan untuk mengelola perkebunan dan hal itu membuka lapangan kerja buat masyarakat.

Terbukti bahwa saat ini mereka memiliki pusat pembibitan di Pangkalan Kerinci Baserah, Pelalawan serta beberapa satelite nursery di berbagai wilayah yang mana keberadaannya sejalan dengan misi APRIL Grup untuk menghasilkan 200 juta bibit pertahun dan supaya bibit dapat dihasilkan terdapat sejumlah tanaman induk. Di pusat pembibitan Pangkalan Kerinci terdapat 1,2 juta pohon induk. Sedangkan di Baserah dan Pelalawan masing-masing memiliki 800 pohon induk. Akibatnya jika ditotal, APRIL Grup memiliki 2,8 juta pohon induk untuk pembibitan akasia crassicarpa, akasia mangium, dan eukaliptus. Dari sana proses pekerjaan menyerap banyak tenaga kerja. Namun belum lagi pada proses penanaman dan perawatan tanaman.

Rata-rata pekerjaan perkebunan ini menyerap sembilan ribu karyawan. Jumlahnya bisa bertambah banyak ketika musim panen tiba. Maklum saja terdapat sejumlah pekerjaan tambahan yang dijalankan pada momen tersebut. Hal itu dimulai dari proses pemotongan, pengolahan kayu, hingga pengangkutannya. Dan ketika musim pemanenan tiba, perkebunan APRIL Grup bisa membuka lapangan kerja untuk sekitar 13 ribu orang, bertambah empat ribu orang dibandingkan periode nonpanen. Akan tetapi, jumlah pekerja yang dihasilkan bisa membengkak ketika lapangan kerja tak langsung ikut dihitung. Data dari Kompas menyebutkan terdapat sejumlah kontraktor yang menjadi mitra APRIL Grup ikut terlibat dalam sektor perkebunan. Mereka membuka kesempatan bekerja bagi 10.200 orang. Dan itulah bukti pengelolaan hutan APRIL Paper menyerap banyak tenaga kerja.

Cara Menghentikan Kebiasaan Mengompol pada Anak Usia 7 Tahun Lebih

Estacurada – Mengompol atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai nocturmal enuresis merupakan hal yang wajar bagi anak balita. Tapi, jika anak usia 7 tahun lebih masih mengalaminya, pertanda ada masalah pada perkembangan otot-otot kandung kemihnya. Tips parenting untuk menghentikan kebiasaan ini perlu Anda ketahui, yaitu dengan menerapkan cara-cara berikut.

Biasakan BAK Sebelum Tidur

Cara pertama ini paling efektif untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak usia 7 tahun lebih. Jika sebelum tidur buah hati Anda BAK (Buang Air Kecil), otomatis air seni di dalam kandung kemihnya akan akan berkurang. Kalaupun memproduksi lagi, maka baru bisa terkumpul menjelang pagi saat hendak bangun.

Jadi, Anda juga harus membiasakannya bangun pagi agar bisa segera ke toilet dan BAK. Selain itu, hentikan kebiasaan minum air dingin menjelang tidur karena keinginan buah hati untuk buang air kecil akan semakin besar. Hal yang sama juga bisa terjadi pada Anda yang jika berada di daerah pegunungan pada pagi hari, maka akan semakin sering ingin BAK.

Merapikan Sendiri Tempat Tidurnya

Tips parenting berikutnya adalah dengan mengajarkan anak untuk membersihkan tempat tidur dan pakaiannya. Seringkali perkerjaan ini dianggap berat oleh anak usia 7 tahun lebih. Oleh karena itu, buah hati Anda akan berusaha untuk tidak mengompol.

Tapi, seiring bertambahnya usia anak, Anda tetap harus mengajarkan untuk membersihkan tempat tidur dan kamarnya sendiri meski sudah tidak mengompol. Berikan pula tanggungjawab lainnya seperti memberi makan hewan peliharaan atau menyapu lantai.

Konsultasi pada Psikolog

Ada beberapa anak yang mengalami regresi atau kemunduran perilaku akibat tekanan psikologis yang dialaminya. Hal ini bisa berdampak pada anak yang sebelumnya sudah berhenti mengompol, kembali mengompol. Tekanan psikologis ini bisa berupa rasa gugup atau takut, misalnya pertama kali ikut lomba pidato atau baru pindah sekolah.

Untuk faktor yang satu ini, biasanya seorang psikolog akan memberikan terapi motivasi sehingga anak Anda tidak akan minder lagi. Saat kepercayaan dirinya meningkat, maka kemampuannya untuk mengendalikan diri dan lebih berani untuk tampil di depan umum. Hal ini jelas ada korelasinya dengan kemampuan dalam menahan keinginan untuk BAK.

Menggigitkan Capung pada Lubang Pusar

Cara terakhir ini sebenarnya masih sekadar mitos, karena mengompol disebabkan oleh faktor fisiologis dan psikologis. Tapi, banyak orang tua, bahkan generasi milenial yang sudah mengenal teknologi dengan baik, masih percaya tentang mitos ini. Beberapa orang berasumsi jika rasa geli akibat gigitan capung pada lubang pusar mampu menstabilkan emosi anak.

Tips parenting dalam usaha menghilangkan kebiasaan mengompol tersebut bisa Anda terapkan jika sudah memeriksakan kesehatan anak. Karena bisa jadi faktor penyebabnya bukan sekadar toilet training yang belum dibiasakan, melainkan faktor keturunan (genetis). Jadi, penanggulangannya tidak harus dengan minum obat.