Tanda Tanda Anda Telah Kecanduan Media Sosial

Estacurada – Memang media sosial sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan generasi milenial. Hal pertama yang kita lakukan saat bangun tidur dan hal terakhir yang kita lakukan menjelang tidur adalah mengecek akun media sosial. Penelitian terbaru oleh The University of Albany menyebutkan bahwa kecanduan media sosial secara klinis bisa disamakan dengan kecanduan obat-obatan terlarang. Seperti dilansir dari Female Network, penelitian tersebut mencatat bahwa data MRI menunjukkan bahwa otak yang kecanduan internet memiliki perubahan yang sama seperti ditunjukkan pada orang yang kecanduan alkohol dan narkoba. Untuk mengetahui apakah Anda telah kecanduan media sosial, berikut adalah gejala yang bisa Anda kenali.

Anda lebih memilih browsing di Facebook saat sedang bersama dengan keluarga atau kerabat

Media sosial menawarkan interaksi semu. Kepedulian seseorang tidak bisa dibuktikan dengan jempol yang dia berikan atau komentarnya di status Anda. Kehadiran seseorang secara fisik di dekat Anda lebih penting ketimbang kemunculan status atau komentar temanya di timeline. Jangan sampai Anda kehilangan waktu berkualitas dengan keluarga dan teman-teman hanya karena sibuk dengan gadget Anda. Letakkan gadget saat Anda sedang bersantap malam dengan keluarga misalnya.

Anda menyelesaikan masalah dengan membicarakannya lewat media sosial alih-alih berbicara secara langsung

Saat Anda sedang memiliki masalah yang menimbulkan salah paham dengan pasangan, teman, atau relasi, hal terbaik untuk menyelesaikannya adalah dengan berbicara secara langsung. Saat bertemu, Anda bisa melihat ekspresi lawan bicara. Hindari curhat lewat status dengan maksud untuk menyindir. Terkadang media sosial membuat seseorang bersikap bak drama queen. Hadapi masalah Anda secara langsung dan nyata ketimbang mengumbarnya di media sosial.

Saat kepercayaan diri Anda bergantung pada banyaknya tanda likes

Feedback dari teman di dunia maya seperti likes atau komentar positif memang bisa membuat diri Anda merasa lebih baik. Namun hati-hati jika hal ini sudah berpengaruh pada kepercayaan diri Anda. Untuk merasa benar-benar bahagia, Anda harus mengetahui kelebihan Anda sendiri. Jangan memaksa diri tampil sempurna di dunia online demi mendapatkan jempol.

Anda menghabiskan waktu luang dengan browsing di media sosial

Menghabiskan waktu membaca status teman-teman Anda di media sosial tidak akan membantu Anda mencapai mimpi-mimpi Anda. Namun Anda justru menghabiskan waktu Anda yang sangat berharga. Bersikaplah seperti seorang CEO perusahaan besar, yang rugi jika menghabiskan setiap menit tidak berguna. Buatlah jadwal bagi diri Anda sendiri kapan waktu untuk membuka media sosial. Dan jadikan hal tersebut semacam hadiah setelah Anda selesai menuntaskan pekerjaan.

Anda menjadikan media sosial sebagai diary pribadi

Anda tidak hanya mengunggah foto-foto traveling, tapi juga momen saat Anda sarapan, makan siang, makan malam. Juga menulis status tentang apapun yang Anda temui hari itu dan apapun yang terjadi dalam hidup Anda. Anda merekam setiap hal dari kehidupan Anda dan menampilkannya di media sosial. Daripada fokus menceritakan kehidupan Anda di dunia maya, cobalah lebih fokus pada dunia nyata. Tidak semua hal bisa Anda bagikan ke media sosial karena kadang sesuatu yang indah itu lebih sempurna jika disimpan sendiri.

Tips Belanja Online Saat Bulan Ramadhan

Estacurada – Saat bulan Ramadan, pola konsumsi belanja masyarakat Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Tak hanya terjadi pada pola belanja konvensional, peningkatan pun terjadi dalam kebiasaan belanja online. Hal ini disebabkan karena adanya faktor tradisi dan kebiasaan di bulan Ramadan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Shopback, pola belanja online meningkatkan sebesar 10 persen pada sebulan menjelang Ramadan. Hal serupa juga terjadi beberapa platform e-commerce dan marketplace lainnya. Berdasarkan data dari SimilarWeb, arus belanja online di lima platform e-commerce besar menunjukkan peningkatan lima hingga 10 persen pada sebulan jelang Ramadan. Cenderung stagnan selama bulan Ramadan.

Indra Yonathan selaku Co-Founder & Country Head of ShopBack Indonesia menuturkan bahwa di Ramadan tahun ini, transaksi belanja online dipercaya akan meningkat hingga dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

4 desainer terpilih Byo, Eri, Natalia Koantoro, dan Wilsen Willim memamerkan koleksi busananya di Runway Hits Fashion Nation

“Pergeseran pola perilaku belanja masyarakat ke digital merupakan salah satu faktor penyebab peningkatan transaksi belanja di platform e-commerce. Berdasarkan data terbarudari Accenture, hampir setengah (43,7%) dari masyarakat Indonesia yang terkoneksi internet, merupakan digital buyers” ujar Indra Yonathan dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Berdasarkan studi yang sama, masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata Rp 678,726.56 pada Ramadan tahun lalu. Walaupun volume transaksi meningkat, tetapi nilai pembelian dari setiap transaksi tetap tidak berubah.

“Walaupun nilai pembelian tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan tahun lalu, ShopBack sebagai platform gaya hidup yang mendorong masyarakat untuk dapat bertransaksi online secara cermat dan hemat tetap optimis dapat mengalami pertumbuhan jumlah transaksi dan nilai pembelian hingga 2 kali lipat di Ramadan tahun ini,” ujar Yonathan

Program Gebyar Ramadhan Online selama bulan Ramadan menjadi salah satu upaya Shopback untuk meningkatkan jumlah transaksi. Hal ini pun didukung dari laporan Accenture yang mengatakan bahwa 74,1 persen pembeli digital di Indonesia menyatakan bahwa harga produk yang murah serta diskon besar memicu perilaku impulsif dalam pembelian digital. Program Gebyar Ramadhan Online dari Shopback memberikan cashback sampai dengan 90%, serta flash sale di setiap harinya.

Terkait waktu yang paling sering orang mengakses platform e-commerce di bulan Ramadan, dari data ShopBack menunjukkan terjadi dua kali peningkatan traffic dalam satu hari selama bulanRamadan tahun lalu. Pertama terjadi pada pukul 10.00 – 11.00 WIB, dan kedua pada pukul 16.00 – 17.00 WIB. Hal yang sama juga akan terjadi di Ramadan tahun ini.

Kebanyakan, para pelanggan membeli barang berupa produk fashion, grosir, serta mainan selama bulan Ramadan.