Cara Menghentikan Kebiasaan Mengompol pada Anak Usia 7 Tahun Lebih

Estacurada – Mengompol atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai nocturmal enuresis merupakan hal yang wajar bagi anak balita. Tapi, jika anak usia 7 tahun lebih masih mengalaminya, pertanda ada masalah pada perkembangan otot-otot kandung kemihnya. Tips parenting untuk menghentikan kebiasaan ini perlu Anda ketahui, yaitu dengan menerapkan cara-cara berikut.

Biasakan BAK Sebelum Tidur

Cara pertama ini paling efektif untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak usia 7 tahun lebih. Jika sebelum tidur buah hati Anda BAK (Buang Air Kecil), otomatis air seni di dalam kandung kemihnya akan akan berkurang. Kalaupun memproduksi lagi, maka baru bisa terkumpul menjelang pagi saat hendak bangun.

Jadi, Anda juga harus membiasakannya bangun pagi agar bisa segera ke toilet dan BAK. Selain itu, hentikan kebiasaan minum air dingin menjelang tidur karena keinginan buah hati untuk buang air kecil akan semakin besar. Hal yang sama juga bisa terjadi pada Anda yang jika berada di daerah pegunungan pada pagi hari, maka akan semakin sering ingin BAK.

Merapikan Sendiri Tempat Tidurnya

Tips parenting berikutnya adalah dengan mengajarkan anak untuk membersihkan tempat tidur dan pakaiannya. Seringkali perkerjaan ini dianggap berat oleh anak usia 7 tahun lebih. Oleh karena itu, buah hati Anda akan berusaha untuk tidak mengompol.

Tapi, seiring bertambahnya usia anak, Anda tetap harus mengajarkan untuk membersihkan tempat tidur dan kamarnya sendiri meski sudah tidak mengompol. Berikan pula tanggungjawab lainnya seperti memberi makan hewan peliharaan atau menyapu lantai.

Konsultasi pada Psikolog

Ada beberapa anak yang mengalami regresi atau kemunduran perilaku akibat tekanan psikologis yang dialaminya. Hal ini bisa berdampak pada anak yang sebelumnya sudah berhenti mengompol, kembali mengompol. Tekanan psikologis ini bisa berupa rasa gugup atau takut, misalnya pertama kali ikut lomba pidato atau baru pindah sekolah.

Untuk faktor yang satu ini, biasanya seorang psikolog akan memberikan terapi motivasi sehingga anak Anda tidak akan minder lagi. Saat kepercayaan dirinya meningkat, maka kemampuannya untuk mengendalikan diri dan lebih berani untuk tampil di depan umum. Hal ini jelas ada korelasinya dengan kemampuan dalam menahan keinginan untuk BAK.

Menggigitkan Capung pada Lubang Pusar

Cara terakhir ini sebenarnya masih sekadar mitos, karena mengompol disebabkan oleh faktor fisiologis dan psikologis. Tapi, banyak orang tua, bahkan generasi milenial yang sudah mengenal teknologi dengan baik, masih percaya tentang mitos ini. Beberapa orang berasumsi jika rasa geli akibat gigitan capung pada lubang pusar mampu menstabilkan emosi anak.

Tips parenting dalam usaha menghilangkan kebiasaan mengompol tersebut bisa Anda terapkan jika sudah memeriksakan kesehatan anak. Karena bisa jadi faktor penyebabnya bukan sekadar toilet training yang belum dibiasakan, melainkan faktor keturunan (genetis). Jadi, penanggulangannya tidak harus dengan minum obat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *